Wednesday, March 20, 2013

Banana Cake

 Source : Yasaboga 

Bahan:
- 150 gr mentega
- 175 gr gula bubuk
- 4 btr kuning telur
- 4 btr putih telur, kocok hingga kaku
- 3 buah pisang ambon/ medan / barangan/ cavendish, lumatkan dan campur dengan 1 sdm air jeruk nipis

Campur & Ayak:
- 225 gr tepung terigu cap segitiga
- 1 sdt baking powder
- 1/2 sdt soda kue

Cara Membuat:
Siapkan loyang bulat garis tengah 24cm atau loyang 22x22x6cm. Alasi dengan kertas roti, oles dengan margarin. PAsang oven pada 175 derajat celcius.

Kocok mentega dan gula sampai lembut, masukkan kuning telur satu per satu sambil dikocok sampai putih dan mengembang.

Masukkan bergantian campuran tepung terigu dan pisang, aduk perlahan. Terakhir masukkan putih telur, aduk rata. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan. Panggang +/- 50 mnt hingga matang, angkat.

Bolu Panggang ala Toko "Oen", Malang

Vanilla Sponge Cake with Cheddar Cheese Topping 

Sewaktu saya masih kecil, saya sering diajak ke Malang dan Batu oleh Papa Mama. Salah satu kenangan yang masih melekat di otak saya adalah Bolu Keju di Toko "Oen". Seingat saya kue yang satu ini adalah favourite saya. Dengan keju yang banyak, cake yang bau susu samar, buttercream lembut hmmmm.. nyaamm nyamm nyaammm.. 

Karena ingatan yang lekat demikian menggoda, beberapa waktu lalu ketika ada kesempatan untuk ke kota Malang mampirlah saya ke Toko "Oen" demi untuk membeli lagi cake kejunya.

 
Picture source: http://adhimaswijaya.wordpress.com/2010/06/17/ice-cream-dan-toko-oen-malang/
Foto diatas adalah penampakan toko Oen. Dilihat dari penampakannya aja, anda pasti sudah bisa menduga sudah berapa lama toko ini buka hehehehe. Semenjak tahun '30 kalau saya tidak salah. Interiornya juga masih jadul.

Picture source: http://www.flickr.com/photos/80077616@N06/7940580054/
Setelah saya membeli cake keju idaman, saya jadi kecewa. Karena cakenya seret, rasanya ga enak sama sekali. Beda dengan yang saya ingat semasa saya kecil dulu *hiks hiks hiks*. Karena kecewa, akhirnya setelah saya pulang saya coba untuk membuat sendiri tiruan cakenya. Semirip dengan yang saya ingat. Bongkar - bongkar buku resep yang kalau lagi ga mood ga pernah saya lihatin atau kalau mood pun biasanya cuma mood baca sebelum tidur hahaha jarang praktek kecuali saya lagi jenuh sama pekerjaan utama, butuh pengalihan :D saya menemukan resep yang mirip dengan yang saya inginkan. Menurut saya resep ini memuaskan saya. Sharing untuk semuanya, resep ada di bawah ini. Silahkan dicoba.
Foto dalam buku resep YASABOGA

  Hasil baking saya yang saya rasa sudah mirip sama yang saya ingat hehehe

Bolu Vanili :

- 5 btr telur
- 125 gr gula pasir
-1/4 sdt vanili bubuk
- 125 gr tepung terigu cap segitiga
- 60ml minyak atau mentega cair

Topping : 

- 200 gr keju parut

Cara Membuat: 

- Siapkan loyang 20x20 atau loyang bundar 22cm, alasi dgn kertas roti, oles dengan margarin. Pasang oven 170 deeajat celcius.
- Kocok telur, gula, vanili hingga kental dan naik. Masukkan campuran tepung terigu secara bertahap, aduk perlahan. Masukkan minyak sedikit-sedikit sambil diaduk hingga rata. Tuang adonan ke loyang, panggang hingga matang +/- 35 mnt hingga matang, angkat, Keluarkan dari loyang dan dinginkan.
- Belah cake menjadi 2, olesi salah satu permukaannya dengan buttercream (resep tercantum dibawah, atau kalau mau yang praktis bisa beli yang sdh jadi di TBK). Taburkan sebagian keju, tutup dengan potongan cake yang lain. Oles seluruh permukaan cake dengan sisa buttercream dan taburkan sisa keju parut di atasnya.

Olesan : Buttercream 

- 3 btr kuning telur
- 5 sdm air + 125 gr gula pasir
- 225 gr mentega tawar

Cara Membuat: 
Kocok kuning telur hingga mengembang dan berwarna lebih pucat. Sementara itu didihkan air + gula pasir, aduk hingga larut. Tuang sirup ini dalam keadaan panas sedikit demi sedikit ke kuning telur sambil dikocok sampai kental.

Dalam wadah lain kocok mentega tawar hingga lembut. tuangi kocokan kuning telur sedikit demi sedikit, sambil dikocok perlahan hingga membentuk krim yang lembut.

Tuesday, March 19, 2013

Masakan Rumah Khas Banjar

Sup Mutiara 

Sup ini khas sekali bagi orang Banjar. Setiap ada acara pesta pasti sup ini hadir. Sup susu dengan isian bola-bola daging ayam cincang, sosis ayam, wortel, kacang polong, makaroni ini memang istimewa. Rasanya yang gurih dan isiannya yang mewah memang sempurna untuk hidangan pesta.

Sebagai keturunan Banjar dari pihak Papa saya, tentunya saya juga menjadi akrab dengan Sup yang satu ini. Yang spesial di keluarga kami, makan sup ini sambalnya adalah sambal bawang putih dan cuka.. *Sluurpp* baru lihat foto dan membayangkannya saja sudah buat saya ngiler lagi hehehehe..

Resep untuk Sup Mutiara ini saya dapat dari blognya Happy Cooking with Evenna Chang. Meskipun saya tidak mengenal secara langsung sang empunya resep tapi melalui posting ini saya mengucapkan Terima Kasih untuk sharing resepnya di blog beliau sehingga dapat saya pelajari dan praktekkan dan yang penting ENAK!!! HAhahahHAhaha

Penampakan Sup Mutiara


Recipe by: Evenna Chang

Bahan :
  • 7 buah Sosis ayam, potong-potong
  • 3 buah wortel, potong dadu,rebus sampai empuk
  • 1 kaleng kacang polong
  • 200 gram macaroni
  • 1 sdm Garam
  • 2 sdm Gula
  • ½ sdt merica
  • ½ sdt pala
  • 1 kaleng susu carnation (tambahan keterangan dari saya : evaporated, bukan kental manis yaaa ntar jadi puding supnya hahahah)
  • 1,5 liter kaldu ayam
  • Daun seledri

Bumbu halus:
  • 2 butir Bawang merah
  • 1 cm jahe
Bahan Mutiara:
  • 300 gram Ayam cincang
  • 1 buah kentang, goreng haluskan
  • ½ sdm garam
  • 2 sdm gula
  • 1 sdt pala
  • ½ sdt merica
  • 50 gram susu bubuk
  • 2 sdm margarin
  • 1 butir kuning telur
Cara membuat:
  1. Mutiara : Campur semua bahan jadi satu, kemudian dibentuk bulat-bulat seperti kelereng.
  2. Didihkan air kaldu, bersama dengan bumbu halus, batang daun seledri yang telah dimemarkan, garam, gula, merica dan pala. Masukan mutiara, setelah mutiara terapung, angkat, sisihkan. (Cara saya : untuk bumbu halus saya tambah bawang bombai yang dicincang dan ditumis dahulu dengan sedikit margarin sampai harum)
  3. Masukan wortel pada kaldu ayam, setelah mendidih, tambahkan kacang polong, macaroni dan sosis. Setelah mendidih masukan daun seledri, mutiara, dan terakhir, jika semua bahan sudah dimasukan dan sudah mendidih, masukan susu carnation. Aduk sebentar, mendidih, angkat. Sajikan hangat.

Udang Windu masak Saus Inggris

Sewaktu ke pasar, lihat ada udang windu di tempat langganan saya beli ikan. Jadilah membeli 1kg windu untuk dimasak. Masakan pertama untuk hari itu adalah "Udang Saus Inggris" masakan yang gampang dibuat, semua pasti bs dan pasti enak hehe *secara udang ga usah diapa-apain juga dah enak :p*
 
Masakan ini saya pelajari dari mama saya sewaktu baru menikah. Sebenernya ini adalah resep yang cukup umum. Tapi bagaimanapun untuk yang belum pernah memasak, perlu resepnya juga seperti saya dahulu kala sewaktu belajar memasak (hmm.. bahkan sampai hari ini untuk masakan yang agak rumit bumbunya, saya tetep mengandalkan buku resep). 

Resep ini saya dedikasikan untuk para Ibu muda yang mencoba untuk belajar memasak. Just before you start pleaasee keep in your mind "Cooking is Easy & Fun!!" (lebih susah juga ngerjain UNAS daripada masak hahahaha). So, shall we start? ;)

Bahan:

- 1/2 kg Udang Windu
- 5 siung Bawang Merah, kupas biarkan utuh, geprek
- 1/2 biji Bawang Bombay, kupas, iris tipis memanjang
- 6 batang lokio
- 1 sdm arak masak (angciu)
- 1 sdm kecap ikan
- 2 sdm kecapmanis
- 5 sdm makan saus Inggris (saya suka pakai "Sedap Wangi". Dan agak banyakan biar wangi saus Inggrisnya kerasa)
- 1/2 sdm cuka beras (pilih cuka beras karena rasa asamnya lebih lembut dibanding cuka dapur konsentrat)
- 1/2 sdm makan gula pasir
- 1/2 sdt garam (rasa masakan ini ,amis asam, jadi jangan kebanyakan garam)
- 1/2 sdt merica (bole ditambah kalau suka yang lebih menyengat bau mericanya)
- Air bersih secukupnya
- Penyedap rasa / kaldu bubuk secukupnya
- Minyak untuk menggoreng udang, secukupnya

Cara Memasak :

1. Tuang minyak di wajan, untuk menggoreng udang setengah matang. Udang digoreng sebentar saja, cukup sampai udang berubah warna dan kelihatan lebih kesat. Jangan terlalu lama karena nanti jadi keras. Angkat udang dan sisihkan.
2. Dari minyak sisa menggoreng udang, kurangi minyaknya hingga cukup untuk menumis bawang merah, bawang bombai sampai setengah layu. Tambahkan angciu. Aduk sebentar, masukkan kecap ikan, kecap manis, saus Inggris, cuka beras, garam, merica, kaldu bubuk. Cicipi, jika ada yang dirasa kurang, silahkan ditambahkan. Baru masukkan udangnya, tuangi air sedikit, aduk - aduk sebentar. Wajan bs ditutup dan biarkan masakan mendidih dalam api besar (kurang lebih 2 menit, agar bumbu meresap tapi udang tidak menjadi keras). Masukkan lokio terakhir sesaat sebelum diangkat, biarkan sedikit layu.
3. Udang siap dihidangkan dengan nasi hangat :)

Tips untuk para pemula:
Untuk mencoba pertama kalinya, sebaiknya bumbu - bumbu yang dimasukkan (garam, kecap dsb) sebaiknya sedikit-sedikit atau minimal saja sehingga apabila saat dicicip kurang sesuatu, masih bisa ditambahkan. Daripada masakannya terlalu asin atau terlalu manis dan sebagainya :)

Sunday, July 25, 2010

MARTABAK mini

Martabak yang saya tau semenjak kecil adalah martabak favourite keluarga kami yang dijual di depan gang rumah lama di jl. Kapasari. Di sebelah RS. Adi Husada - Kapasari. Namanya Martabak H.M. Abdullah yang selalu diantri orang banyak, penggemar setia kaya saya hehehe. Selain jual martabak, disana juga dijual Terang Bulan. Kalau untuk orang Surabaya, sebutan Martabak dan Terang Bulan tentu sudah cukup dimengerti bahwa martabak adalah yang isinya daging-dagingan sedangkan terang bulan itu yang adonannya tebal semacam pancake, isinya yang lazim adalah coklat, kacang, keju, susu kental manis, kacang dan wijen.

Sewaktu kecil, saya sering sekali jajan martabak ini saking doyannya :) saya terbiasa memakannya dengan nasi putih hangat :D memang kedengaran aneh tapi bagi saya nikkmmaatt heheheh apalagi kalo di Martabak H.M. Abdullah ini isian martabaknya menggunakan daging sapi yang dimasak dengan bumbu gule, dicampur dengan bawang prei (leek) dan bawang merah yang dirajang halus dan royal pemakaiannya, "pengikat"nya adalah telor bebek. Pak Abdullah memang komitmen hanya memakai telor bebek saja semenjak dahulu. Karena menurut beliau jauuhh lebih enak (saya sendiri belom pernah nyoba martabak lain dengan telor ayam, mikir aja ora doyan hehehehe). Kalau sudah makan martabak ini, dengan acar dan cabe hijaunya... hmmmmmm.. bisa 1 bungkus habis sekali makan buat saya sendiri hahahahahah



Berhubung sekarang saya sudah tidak tinggal di rumah yang lama, jadinya terkadang kangen makan martabak ini. Lha tapi kalau dari rumah saya di daerah Barat kota Surabaya mesti ke jl. Kapasari (surabaya utara) untuk beli martabak aja, bisa - bisa baru 3 jam martabaknya nyampe rumah (karena jarak, trafficnya dan antrian disana) jadi kalau lagi kangen, saya buat sendiri aja tiruannya di rumah hehehehe. Resepnya saya reka-reka sendiri berdasarkan ingatan lidah pengecap ;) kulitnya pake kulit lumpia yang beli di Pastrad, isiannya dipersiskan dengan "ajaran" p. Abdullah. sampai ke condimentnya ( acar mentimun dan cabe hijau ).

Pagi ini baru aja saya buat, sekalian ada waktu saya posting untuk yang mampir ke CJs Kitchen. Semoga suka!!



BAHAN :
(semuanya ilmu kira-kira yaaaa, jadi sesuaikan dengan berapa banyak martabak mini yang sanggup dimakan hehehe)
- Daging sapi giling
- Bawang prei, rajang tipis halus
- Bawang merah, rajang tipis halus
- Kulit lumpia siap pakai (cari yang tipis agar mirip dengan yang asli)
- Bumbu Gule siap pakai
- Telor bebek
- Garam


CARA MEMBUAT :
1. Siapkan sebuah wajan, tuang minyak secukupnya. Tumis bumbu gule dengan daging sapi sampai daging berubah warna dan matang. Sisihkan.

2. Pecahkan telor bebek ke dalam wadah / kom yang bersih. Kocok lepas. Tambahkan sejumput garam ( jangan banyak - banyak, karena bumbu gule biasanya sudah ada garamnya ).

3. Tambahkan bawang prei dan bawang merah yang sudah dirajang tipis halus serta daging sapi berbumbu gule, aduk rata. 

4. Siapkan wajan penggorengan yang datar, panaskan minyak goreng secukupnya dengan api kecil ( untuk menggoreng martabak ).


5. Ambil selembar kulit lumpia dan bentangkan. Isi dengan bahan isian (usahakan bahan isian agak banyak agar bisa gembung). 



6. Lipat keempat sisinya ke arah dalam agar menutupi isian. Goreng dengan minyak panas di wajan datar, sambil disiram - siram dengan minyak agar menggembung dan matang. Sajikan dengan dipotong - potong sesuai selera bersama dengan acar mentimun dan cabe hijau. Sedaaappp ;)

Yuuukk! silahkan dicicip yaa ... Nyaaammm nyammm nyamm

Saturday, July 17, 2010

All Times Favourite

- (left to right) Katetongen, Kaastengels, Chocolate Chips cookies -

Libur long weekend minggu lalu jadi ajang balas dendam setelah sekian lama ngga baking. Selalu ada aja alasan untuk ngga baking.. capek, baking blue, banyak kerjaan dll dll. Tapi akhirnya hati luluh jua kalo sudah dengar anak bilang,” Mi, can you make me chocolate chips cookies? I love yours than the one Papi bought”. Wahh anakku lebih doyan makan cookies buatanku daripada Famous Amous :D gimana ngga langsung tersanjung?? Hahaha.
Setelah check bahan – bahan di dapur, akhirnya tau kalo sudah ngga ada persediaan untuk baking. Berangkatlah berbelanja. Karena sudah niat baking, belanjanya jadi sekalian untuk keperluan camilan di kantor, untuk sajian kalo ada klien yang datang. Sudah diniatin bikin Katetongen,  Kaastengels, dan Chocolate Chips Cookies. Untuk resep – resepnya akan share berikut ini yaaa.. Silahkan kalau mau dicoba!! dan jangan lupa komennya yach ;)


Katetongen ( Kue Lidah Kucing)  
Source : NCC
Resep Katetongen ini saya pelajari dari NCC. Menurut saya ini enak, renyah dan banyak yang suka di keluarga saya. Terutama mama saya :) yang sukanya lidah kucing rasa mocca dan agak sedikit gosong heeheheh, so.. ini resepnya saya share buat yang pengen coba. Untuk rasanya ya bisa macam-macam sesuai selera tinggal ganti2 pasta atau essence aja :) Gampil toh??

Bahan : 
      250 gr mentega
      175 gr gula halus
        75 cc putih telur
      250 gr terigu sedang
          1 sdm pasta ( mocca, coklat sesuai selera)
        ¼ sdt baking powder
        ½ sdt emplex (saya tidak pakai)




Cara Membuat : 
1. Kocok mentega, gula halus, pasta hingga mengembang sekali.
2. Tuang putih telur, lanjutkan mengocok, masukkan terigu, baking powder, kocok dengan speed rendah hingga rata.
3. Poles loyang dengan margarine, lalu spuit bentuk jari-jari lurus.
4. Panggang 150 derajat +/- 20 menit

Kaastengels ( Kue Kering Keju )
Source : Yasaboga - Cookies ( Kue - kue kering klasik & modern )
Buat yang suka camilan asin, ini pasti jadi favourite. Untuk resep kali ini saya buatnya dengan 3 macam keju yang dicampur, jadi lebih mantap rasanya (anjuran dari "guru" baking saya: Vivi Liong). Saya cobain pakai Edam, Parmesan dan Cheddar cheese. Yang nyobain langsung komentar," Mau lagiiiiii!!!" qeqeqeq

Bahan : 
250 gr mentega
100 gr margarin
4 btr kuning telur
1/2 sdt garam
200 gr keju tua/ edam parut
600 gr tepung terigu
2 btr kuning telur untuk polesan
50 gr keju cheddar untuk taburan



Cara Membuat :
1. Kocok mentega, margarin, kuning telur, dan garam hingga lembut. Masukkan keju parut, kocok rata. Masukkan tepung terigu, aduk dengan garpu/ sendok kayu hingga adonan menyatu dan tidak lengket.
2. Bagi adonan menjadi 2 - 3 bagian. Tipiskan/ gilas setebal 7 mm dan berbentuk persegi. Oleskan kuning telur pada permuakaannya dan taburkan keju cheddar di atasnya. Potong - potong dengan ukuran 1 1/2 x 4 cm, pindahkan ke loyang yang telah dioles margarin, susun dengan jarak 1 cm. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan 160 derajat hingga matang dan kuning keemasan.


Nestle Chocolate Chips Cookies
 Source : Camelia ( NCC )

Resep aslinya ini saya peroleh dari  Camelia yang posting di milis NCC. Dikatakan resepnya asli dari US ( that explains measurement in cups). Dan menurut Camelia, ini cookies yang chewy di dalamnya dan crunchy di luar. Sudah pernah saya buat 2 x sebelumnya. Jadi ini yang ketiga kalinya, baru bisa difoto, karena yang 2x langsung amblass tak berjejak setelah selesai dibuat. Adik-adik, ipar dan ponakan termasuk CJs (my son) suka banget cookies ini :) Kalo menurut saya ini adalah cookies terenak dan paling pas dengan selera yang pernah saya coba. Penasaran?? Ayookk dicoba :D

Bahan :
2 1/4 cups ( 250 gr ) tepung terigu
1 sdt baking soda
1 sdt garam
1 cup ( 170 gr ) butter, suhu ruang
3/4 cup ( 170 gr ) gula pasir (saya kurangi 25%)
3/4 cup ( 200 gr ) brown sugar (saya kurangi 25%)
1 sdt vanila extract
2 btr telur ukuran besar
1 cup chocolate chips
1 cup kacang - kacangan ( ngga ada persediaan, jadi skip)

Cara Membuat :
 1. Campur terigu, baking soda, dan garam. Dalam wadah mixer, kocok mentega, gula, brown sugar dan vanila extract dengan kecepatan rendah. Cukup hingga creamy, masukkan telur satu  per satu, kocok hingga rata.Masukkan tepung sedikit demi sedikit, aduk rata, tambahkan chocolate chips & kacang. Aduk rata.
2. Bulatkan adoanan dengan sendok, letakkan di loyang, beri jarak yang cukup karena cookies akan mengembang dan membulat dengan sendirinya.
3. Panggang sktr 9 -11 menit atau hingga kecoklatan. Biarkan di loyang selama beberapa menit. lalu pindahkan ke rak kawat. Simpan dalam wadah tertutup.

Thursday, October 8, 2009

PIZZA Fun!!

Saya dan suami memiliki selera makanan yang berbeda. Untuk saya, hidangan Indonesia, yang banyak bumbu dan rempah lebih pas di lidah. Sedangkan untuk suami saya, dia lebih suka hidangan ala Barat. Salah satu kegemarannnya adalah Pizza. Jika sudah ada Pizza, istri lewat pun, tak uruuuss hehehhe.

Waktu membeli majalah Santap, di edisi yang pertama ada resep Pizza. Langsung saya tertarik untuk baca-baca. Di halaman Fokus Kuliner : Pizza Klasik sampai Modern ada bermacam variasi pizza yang keliatannya sih rumit karena resepnya paaanjaangg sekali hehe walaupun dituliskan disana bahwa dalam waktu 25 menit, Pizza lezat sudah tersedia… Saya tuliskan untuk Anda resep adonan dasar crust dan sausnya yaa, untuk variasi isiannya bisa disesuaikan selera masing-masing atau memakai persediaan yang sedang ada di kulkas.

Hhmmmm.. siapa yang tak tergiur? Apalagi dengan harapan bisa membuat suami berdecak kagum ;) Jadi, tunggu apalagi? Let’s have fun with Pizza!



Thin Crust Pizza - Favourite suami
toppings: beef salamies, onions, mushrooms, beef bolognese sauce, beef sausage, canned pineapple chunks with parmesan and mozarella cheese

ADONAN DASAR
Source: Santap edisi 1 – Fokus Kuliner Pizza Klasik sampai Modern
Untuk 1 pizza garis tengah 30cm, 2 pizza garis tengah 22cm atau 1 pizza persegi panjang

Persiapan: 15 menit
Istirahat: 10 menit

200 – 225 gram tepung terigu + untuk taburan
½ sdm ragi instant
¾ sdt garam
½ sdm minyak zaitun
130 ml air hangat ( kurang lebih)

• Sebelum mulai : olesi bagian dalam mangkuk besar dengan minyak zaitun, sisihkan untuk menaruh adonan.

• Mencampur dan menguleni : campur 200 gram tepung terigu dan ragi dalam mangkuk ( bukan mangkuk yang diolesi minyak ). Campur garam, minyak zaitun dan air hangat. Tuangkan air, aduk dengan sendok kayu (adonan agak lengket). Pindahkan adonan ke atas permukaan meja yang ditaburi sedikit tepung. Bedaki kedua tangan dengan tepung. Uleni adonan sampai adonan licin, lembut dan tidak lengket pada tangan ( 10 – 15 menit). Jika adonan terlalu lengket, tambahkan tepung secukupnya saja sampai adonan tidak lengket pada tangan dan meja.


Pizza Dough
 • Mengistirahatkan adonan : taruh adonan dalam mangkuk yang diolesi minyak, lalu angkat dan balik adonan. Tujuannya agar seluruh permukaan adonan terlapisi minyak sehingga tidak mongering. Tutup dengan plastic lengket. Diamkan 10 menit agar tidak melawan jika dibentuk. Meskipun adonan sudah bisa dipakai, akan lebih baik jika adonan diistirahatkan selama 2 jam sampai 2 hari di lemari es. (Adonan mengembang sedikit). Proses pendinginan ini membuat adonan lebih relaks, mudah dibentuk dan meningkatkan citarasanya. Sebelum dipakai keluarkan 1 jam sebelumnya agar sesuai suhu ruang.


Pizza Man ;) - suami yang sukarela membantu membentuk adonan pizza

Membentuk adonan : taruh adonan di atas meja bertabur tepung. Uleni pelan-pelan untuk meratakan udara dalam adonan. Untuk membuat pizza ukuran 30cm, gilas adonan. Usahakan agar bagian tengahnya tipis dan bagian pinggirnya agak tebal. Untuk membuat 2 pizza bergaris tengah 20cm, bagi adonan jadi 2 bagian.





SAUS PIZZA
Untuk 200 ml
Persiapan : 15 menit
Memasak : 15 menit

500 gram tomat matang
1 sdm minyak zaitun
1 siung bawang putih besar, cincang halus
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica hitam
1 sdt gula pasir
1/2 sdm pasta tomat
1/4 sdt oregano atau basil kering
  • Kupas dan buang biji tomat, lalu cincang kasar setengah bagian. Panaskan minyak zaitun, tumis bawang putih hingga lemas. Campurkan bahan - bahan lainnya, masak sampai mendidih. Kecilkan api, teruskan memasak sampai saus kental. Untuk pizza Anda perlu saus yang agak kering agar adonan pizza tidak basah

Wednesday, October 7, 2009

Penasaran Mangkok Kukus "Mekrok"

Banyak yang bilang bikin kue mangkok atau roti kukus itu susaaaahhhnya minta ampyuun. Tapi saya sedang beruntung ketika menemukan blognya mbak Riana saat awal jadi "penggemar baking".

Melihat judulnya Mangkok Kukus 212 ... jadi penasaran kue jenis apalagi sihh ini? hehehe. Ternyata mbak Riana yang gape baking (suhu di NCC untuk urusan baking dan foto), memadukan kue Mangkok dan roti Kukus, takaran yang dipakai 2-1-2. Dalam blognya, mbak Riana menyebutkan bahwa Mangkok Kukus ini dari segi rasa seperti kue Mangkok (karena menggunakan Yoghurt dalam adonannya)  tapi dari segi penampilan dan teksturnya kaya roti kukus (baru tau kalo ternyata bukan tanaman aja yang bisa "kawin silang" ya, kue juga bisa... hehehe).

Berbekal dengan segala Tips yang tertulis disana,  pengalaman yang masih minim sekali,  juga karena penasaran dengan tingkat kesulitan bikin kue yang satu ini maka saya nekad aja bikin. Tak dinyana dan tak disangka (sampai orang serumah dan sekampung kagum hehehe) "mekrok"lah (red: mekar) si Mangkok Kukus!!! Penasaran juga?? silahkan diikuti semua step by step dibawah dan jangan lupa.... Berdoa!!! (hihihihihi joking), maksudnya jangan lupa intip di bagian tips resep dibawah ini....  Selamat Bereksperimen ;)

MANGKOK KUKUS 212
Recipe by: Riana Ambarsari - Pennylane Kitchen
                                                                                       
Didihkan air dalam kukusan.
Masukkan ke dalam mangkuk:
2 cangkir gula pasir
1 sdt emulsifier
2 cangkir terigu
1 cangkir yoghurt (thick)
2 butir telur
Kocok semuanya dengan mixer sampai pucat (putih), kental sekali, dan berjejak.
Pisahkan sedikit adonan, campur dengan sedikit coklat bubuk.
Tuang ke cetakan bolkus, bubuhi adonan coklat, kukus 12 menit.


TIPS:
- Dandang kukusan harus dipanaskan hingga airnya mendidih dan uapnya banyak sebelum adonan dimasukkan.
- Air dalam dandang jangan sampai kena di adonan, karena bisa menyebabkan bantat.
- Bagian tutup dandang, sebaiknya dilapis dengan kain serbet, untuk menghindarkan dari tetesan uap air ke dalam adonan.


 

Monday, October 5, 2009

GULAI KEPALA KAKAP

Dalam rangka mengikuti Indonesian Food Week - NCC beberapa waktu yang lalu, saya mencoba untuk memasak resep yang satu ini. Kebetulan waktu beli tabloid KOKI ini, ada persediaan kepala ikan kakap beberapa potong. Sehingga terwujudlah kesempatan untuk ikut meramaikan Indonesia Food Week - NCC ^^ Untuk yang tidak kuatir dengan kolesterol, tidak sedang berdiet (karena kalo sudah nyobain, bisa-bisa sulit berhenti). Ngga percaya?? Monggo dibuktikan... ^^
 
Gulai Kepala Kakap
Recipe : Tabloid Koki

Origin : Padang - Sumatra Barat


Bahan :
- Kepala ikan kakap ukuran sedang 2 potong, cuci bersih

- Santan 1000 ml dari 1 butir kepala

- Garam secukupnya

- Serai 1 batang, memarkan

- Lengkuas 1cm, memarkan

- Daun kunyit 1 lembar

- Daun jeruk 1 lembar

- Asam kandis 2 buah

- Minyak goreng 2 sendok makan

Bumbu halus:

- Bawang merah 9 butir

- Bawang putih 3 siung

- Cabai merah 5 buah

- Kemiri 3 butir

- Jahe 1/2 cm

- Kunyit 1 cm

Cara membuat:

1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, lengkuas, daun kunyit, dan daun jeruk hingga harum

2. Tuang santan, masak sambil diaduk hingga mendidih

3. Masukkan asam kandis dan kepala ikan.. Masak di atas api kecil hingga kepala ikan matang dan santan berminyak.

4. Tambahkan garam, aduk rata. Angkat dan sajikan.

HOLLANDSE CROQUETTES a.k.a Kroket Belanda

Saat berjalan-jalan di Supermarket, biasanya saya selalu mencari dan mampir di rak yang memajang buku dan majalah resep. Berburu resep tentu adalah salah satu hobi pasti bagi yang hobi masak atau bikin kue hehehe... Kalau untuk saya yang terhitung pemula di dapur, meskipun saat ini sibuk dengan kerjaan dan kemungkinan kecil bisa mencoba-coba resep tapi tetap saja saya suka membeli buku resep baru. Tujuannya adalah untuk penghilang stress saat kerjaan menumpuk dan dilanda kejenuhan.

Buku terbitan Primarasa - Hidangan Peranakan Belanda & China ini saya dapat di Freshmart (SUTOS) di rak dekat kasir. Salah satu isinya yang menarik perhatian saya adalah Kroket Belanda yang ternyata beda dengan kroket di Indonesia. Kalau di Indonesia, lazimnya yang bernama Kroket, "kulit"nya dibuat dari kentang yang dihaluskan kemudan diisi dengan ragout kemudian dipanir dengan tepung roti. Sedangkan kroket belanda ini adalah ragout yang dibentuk lonjong, besar-besar dan langsung dipanir dengan tepung terigu dan roti.

Saat chatting dengan Thata - teman milis yang tinggal di Belanda, Thata menjelaskan bahwa yang namanya Croquette disana mirip dengan bitterballen. Hanya saja yang membedakan adalah bentuknya. Kalau bitterballen bulet-bulet, kroket lonjong. Kroket disana biasa dimakan dengan dijepitkan didalam roti (kalau untuk Thata katanya kroket itu di"penyet" dulu diantara roti manis kosong yang dibelah dua, terus rotinya dibuka lagi, dikasih saus mustard, baru dimakan) Hmmm... terbayang betapa gurihnya makan "ragout panir" hehehehe.... Tergiur mencoba? Silahkan coba resepnya dibawah ini.


HOLLANDSE CROQUETTES
Source : Seri Masak femina PRIMARASA
 Hidangan Peranakan Belanda & China

Bahan:
200 gr daging cincang
250ml air
1/4sdt garam
100 gr jamur kancing kalengan, tiriskan ( saya ganti dengan udang, karena ngga punya persediaan jamur)
2 batang peterseli
50 gr margarin
150 gr bawang bombai, cincang
50 gr terigu
200ml susu cair
100 ml krim encer
1sdt mustard
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1 1/2 sdt gula pasir
Minyak goreng
Mustard untuk pelengkap

Lapisan:
100gr tepung terigu
2 butir telur, kocok
100gr tepung roti

Cara Membuat:

# Rebus daging cincang dalam air dan garam hingga daging matang dan airnya mengering, angkat, sisihkan. Tiriskan jamur dari air perendam, iris tipis, sisihkan. Cincang halus peterseli, sisihkan.

# Panaskan margarin dalam wajan, tumis bawang bombai hingga layu, masukkan tepung terigu. Tuang susu dan krim sedikit-sedikit sambil diaduk dengan pengocok kawat atau sendok kayu hingga menjadi adonan yang kental.

# Masukkan jamur, peterseli, mustard, garam, merica, pala, gula, dan daging cincang, aduk hingga rata. Bagi adonan menjadi 15 bagian, bentuk bulat lonjong.

# Gulingkan kroket dalam tepung terigu, celupkan ke dalam telur kocok, gulingkan kembali dalam tepung roti.

# Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan atau panci deep fryer. Masukkan kroket, goreng hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan, angkat, tiriskan. Hidangkan hangat dengan pelengkap mustard.

Sunday, October 4, 2009

Japanese Cheddar Cheesecake

Cake ini sebenarnya sudah lama saya buat, tapi karena dulunya belum punya blog jadinya baru sekaranglah diposting :) Japanese Cheddar Cheesecake, resepnya saya dapat dari mbak Tati Kurnia yang waktu itu nyobain Ciskek ini dan diposting di milis kemudian jadi pembicaraan ;) Hasil serta teksturnya mirip dengan Japanese Cheesecake yang original yang memakai cream cheese (by Yasaboga), hanya saja menurut saya dengan keju cheddar, rasanya lebih "ngeju". Cara bikinnya juga sama simplenya. Buat yang doyan sama yang berbau keju-kejuan... Silahkan dicoba resep dibawah ini... ^^


Japanese Cheddar Cheesecake
Recipe: by Aljo's Mom, emailed to me: by Tati Kurnia

Bahan A :
130 gr susu cair (aku pake 130ml)
40 gr butter
125 gr cheddar cheese dipotong2 kecil

Bahan B:
20 gr tepung terigu
15 gr maizena

Bahan C:
2 kuning telur

Bahan D:
3 putih telur
80-100 gr gula
1/4 sdt CTT

Cara Membuat:
Siapkan loyang 18cm alasi kertas roti, olesi mentega.
Campur mentega, susu dan cheddar cheese dalam wadah..tim diatas panci sampai cheese meleleh.
Masukkan bahan B, aduk sampai rata, lalu masukkan bahan C..aduk sampai rata.
Kocok bahan D sampai soft peak lalu campurkan ke adonan cheese sampai rata. Tuang dalam loyang dan panggang dengan cara au bain marie + 50menit
Lepaskan segera dari loyang bila sudah matang, dinginkan.

Kuliner dari Balikpapan

Mantau Goreng dan Menjangan Lada Hitam

Tanggal 25 hingga 28 September kemarin, saya beserta seluruh keluarga berangkat ke Balikpapan. Selain untuk mengisi libur Lebaran juga untuk menghadiri pernikahan seorang keponakan di Hotel Novotel.

Tanggal 25, sepupu saya mengadakan malam widodaren dan disana disajikan beberapa macam masakan Chinese, salah satunya yang menarik perhatian saya, adalah sajian (yang katanya) khas dari Balikpapan yaitu Mantau goreng dengan Daging Menjangan masak lada hitam .

Kalau daging menjangannya sih saya rasakan ngga ada beda sama daging biasa (hehehehe atau saya aja yg kurang peka ya??) tapi mantaunya terasa agak beda dengan yang biasa beli di Supermaket, kata sepupu saya itu mantau ala Kwang Tong. Dalam hati pengen bertanya, belinya dimana tapi kok sungkan, kuatir ntar dibeliin sebagai oleh – oleh, jadinya merepotkan hehe. Akhirnya setelah sempat nanya dengan teman-teman di milis NCC yang ada di Balikpapan, didapatlah info dari Maureen ( Thanks yaaa…. ^ ^ ) kalau mantau itu bisa dibeli di daerah Kelandasan (dekat dengan hotel tempat saya menginap). Jadinya saya belilah itu mantau untuk dibawa pulang ke Surabaya, biar bisa ngerasain lagi mantapnya hehe.



Dan hari ini karena agak luang waktunya, saya mencoba browsing untuk resep Sapi masak lada hitam sebagai teman makan mantau goreng. Resepnya saya dapat dari Resep.web.id. Enakk, mantap, dengan sedikit tambahan sesuai selera saya ;)

SAPI LADA HITAM
Sumber: resep.web.id
Bahan:
500 g daging has dalam sapi, iris melintang serat tipis
1 sdm tepung maizena
2 sdm minyak sayur (saya tambahkan 2 sdm margarin)
2 siung bawang putih
25 g bawang Bombay, cincang
100 ml air
2 sdt merica hitam butiran, sangrai, memarkan ( saya uleg, agak halus ) 

Bumbu:
1 sdt jahe parut
1 sdt bawang putih parut
2 sdm kecap asin
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis ( saya tambahkan 3 sdm, agar sedikit manis dan dapat warna hitamnya)
1 sdt arak masak, jika suka ( saya pakai 2 sdt, biar lebih wangi)
1/2 sdt merica bubuk ( karena suka yang agak pedas, saya tambah jadi 1sdt)
1/2 sdt garam (untuk mengimbangi kecap manis, saya jadikan 1,5sdt peres)

Cara membuat:
# Aduk irisan daging bersama bumbu hingga rata.
# Taburi tepung maizena, aduk hingga rata. Diamkan selama 30 menit.
# Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga layu dan harum.
# Masukkan irisan daging berikut bumbunya. Aduk hingga kaku dan berubah warna.
# Tambahkan air, aduk hingga mendidih dan daging lunak.
# Taburi merica hitam, aduk rata.
# Angkat. Sajikan panas ( dengan mantau yang digoreng dengan minyak panas yang banyak ditambah 2 sdm margarin agar lebih enak)


Wednesday, September 23, 2009

Saturday Evening...



This is really a quiet saturday evening... I'm staying home, no plan to go anywhere tonite. Just enjoying my "Me Time" @ home since my CJ1 is going to Sutos with his grandma, only little CJ n my hubby in my accompany. Watching TV... :) hmm.. relax..
My hubby just got home from Malang for his project. Feeling hungry, he asks me to cook for him .. a simple fried rice.. his favorite. I open my fridge and find eggs, a piece of chicken breast, bernardi sauages, some bean sprouts, some prawns.. so.. I'm cooking... Easy, simple, and very delicious ( I say hehehe).. 10 mins later.. ta..taa.... " Fried Rice a la Luluk" ;p Shall you need a quick breakfast, no time cooking, you should try this. Let me share with you the recipe. Happy cooking!

Fried rice a la Luluk 
Bahan:
- 1 porsi nasi putih
- 2 butir telur ayam (aku pake telur kampung soalnya), kocok, dadar, potong2 kecil
- 1/4 dada ayam
- 10 biji udang kecil
- 2 biji sosis Bernardi
- 1 biji cabe merah, rajang kecil2 (karena cabenya agak kecil)
- 1 biji cabe rawit, rajang kecil2 ( Dennis ngga suka terlalu pedes)
- 3 siung bawang merah, rajang kecil2
- 2 siung bawang putih, rajang kecil2
- sejumput terasi (yg sdh dibakar)
- garam, gula merica secukupnya
- segenggam tauge/ kecambah ( genggaman saya ngga terlalu gede hehehe)
- 1/2 sdm kecap asin (cap Menjangan 150), kecap manis ( cap Bango), kecap ikan, saus Raja Rasa
- sedikit margarin, utk menumis

Cara Masak:
- Haluskan cabe merah, rawit, bawang merah n putih dengan garam dan gula
- Tumis bumbu halus dengan margarin, sampai harum. Masukkan udang, ayam, telur dadar, sosis. Aduk rata.
- Masukkan nasi putih, kecap asin, kecap manis, kecap ikan. Aduk2 hingga rata. Tambahkan saus Raja Rasa.
- Setelah hampir matang, masukkan tauge. Aduk2 lagi. Tunggu sampai nasi berasap, tandanya sdh matang :). Taugenya jgn kematengan, kl lembek, ngga enak...
- Matikan api, pindahkan nasi goreng ke piring. Hias sesuai kemampuan (hehehehe aku ngga pake hiasan. Soalnya sdh pede, pasti enak! hihihihi alasan.. pdhl ngga kreatif...). Tambahkan kerupuk biar tambah manteb! :)
- Nikmati dehhh...

Tips:
Nasi goreng ala apapun, lebih enak dibuat dari nasi yg sudah didiemin semaleman dari beras yang agak pera sehingga tidak menggumpal

Bongko Pisang



Bongko Pisang ini adalah kudapan yang berasal dari Banjarmasin. Terbuat dari tepung beras, kanji, santan dan berisi potongan pisang raja dibungkus dengan daun pisang. Rasanya Manis gurih, mirip Nagasari, bedanya adoanan Nagasari dimasak diatas api sedangkan Bongko Pisang tidak. Malah berupa cairan. Hasilnya, adonan Bongko Pisang lebih lembut tidak terlalu padat seperti Nagasari.
 
Resep asli dari Oma, yg diajarkan oleh Tante kepada saya. Lumayan juga rumitnya membungkus cairan dengan daun pisang. Sempat membuat dapur kacau dan balau hihhihi. Tapi cukup sesuai dengan hasilnya yang mengingatkan saya pada Oma dan acara nge-teh sore hari abis bangun tidur di masa kecil ^^

Berikut resepnya (sesuai resep asal yang ukurannya pakai cangkir). Selamat Mencoba.

Bongko Pisang
Recipe: turun temurun dari Oma Gan Lian Pang Nio
Origin : Banjarmasin

Bahan 1:
- 2 cangkir tepung beras, diayak
- 1/2 cangkir tepung kanji, diayak
- 1/2 cangkir gula pasir
- 1 sdt garam
- 4 cangkir santan hangat kuku (jangan terlalu encer agar lebih gurih)

Bahan 2 (aduk rata):
- 2 cangkir santan kental
- 1/2 cangkir tepung beras

Isian: 1 sisir pisang Raja yang masak (saya cari yang sudah agak kehitaman kulitnya), dipotong serong (sesuai selera, asal potongannya cukup besar ya jangan kekecilan)

Pembungkus: Daun pisang yang lebar, dilayukan (dijemur dulu), sujen (atau staples buat yg mau praktis kaya saya hahaha)

Cara Membuat:
1. Siapkan baskom yang cukup besar, masukkan tepung beras dan kanji yang sudah diayak, gula pasir, garam. Campurkan perlahan-lahan santan hangat kuku yang sudah disiapkan sambil diaduk dengan whisk hingga rata. Sisihkan.
2. Siapkan bahan 2 dan pisang raja yg sudah dipotong-potong, sisihkan.
3. Ambil sepotong daun pisang yang cukup lebar, bentuk segitiga ( seperti kalau kita mau membungkus nasi), letakkan didalam gelas cangkir (agar lebih mudah mengisinya, karena adonannya cair sekali), isi dengan adonan 1 dan sepotong atau dua potong pisang raja, tambahkan adonan 2.
4. Bungkus dengan rapi (hihihi ini yg agak tricky). Kukus dalam dandang selama kurang lebih 15 menit. Angkat, siap dihidangkan. Nikmati dengan secangkir teh di sore hari.. hmm.. sedappppp